Profesi debt collector kerap mendapat sorotan publik, terutama karena identik dengan penarikan kendaraan kredit yang menunggak. Di balik citra keras dan penuh risiko, banyak yang penasaran soal penghasilan debt collector per bulan. Benarkah profesi ini menawarkan bayaran besar hingga membuat banyak orang tertarik menekuninya?
Faktanya, penghasilan debt collector memang bisa menggiurkan, tetapi tidak mudah dan penuh tekanan.
Sistem Penghasilan Debt Collector
Berbeda dengan pekerjaan kantoran biasa, penghasilan debt collector umumnya tidak hanya berasal dari gaji pokok. Sistem yang digunakan biasanya terdiri dari:
- Gaji dasar
- Insentif atau komisi penagihan
- Bonus penarikan kendaraan
Besaran yang diterima sangat bergantung pada performa dan target yang dicapai.
Gaji Pokok Debt Collector
Untuk debt collector yang bekerja di bawah perusahaan penagihan atau leasing resmi, gaji pokok per bulan umumnya setara UMR, bahkan ada yang sedikit di bawahnya. Nominal ini berfungsi sebagai penghasilan tetap, meski target tidak tercapai.
Namun, gaji pokok saja dianggap belum menarik jika tanpa insentif.
Insentif Tarik Kendaraan Kredit
Sumber penghasilan terbesar debt collector berasal dari insentif penarikan kendaraan. Besarannya bervariasi, tergantung kebijakan perusahaan dan jenis kendaraan:
- Motor: ratusan ribu rupiah per unit
- Mobil: bisa mencapai jutaan rupiah per unit
Semakin banyak kendaraan kredit yang berhasil ditarik sesuai prosedur, semakin besar pula penghasilan yang dikantongi.
Total Penghasilan per Bulan
Jika performa bagus dan target tercapai, penghasilan debt collector per bulan bisa mencapai:
- Beberapa juta rupiah untuk level pemula
- Belasan juta rupiah untuk yang berpengalaman
- Lebih tinggi lagi jika sering menangani kendaraan bernilai besar
Namun angka ini tidak bersifat pasti dan bisa turun drastis jika target tidak tercapai.
Risiko di Balik Penghasilan
Besarnya penghasilan sebanding dengan risiko yang dihadapi. Debt collector kerap berhadapan dengan:
- Penolakan keras dari debitur
- Konflik di lapangan
- Ancaman fisik dan verbal
- Tekanan target yang tinggi
Selain itu, jika melanggar prosedur penagihan, debt collector bisa:
- Kehilangan insentif
- Dikenai sanksi perusahaan
- Berurusan dengan hukum
Karena itu, tidak semua orang sanggup bertahan lama di profesi ini.
Tidak Semua Debt Collector Legal
Perlu ditegaskan, penghasilan tersebut hanya berlaku bagi debt collector resmi yang bekerja sesuai aturan. Debt collector ilegal atau oknum lapangan tanpa surat tugas:
- Tidak memiliki penghasilan tetap
- Mengandalkan cara-cara melanggar hukum
- Berisiko pidana
Inilah yang sering memicu kasus perampasan kendaraan yang viral di media sosial.
Kesimpulan
Penghasilan debt collector per bulan memang bisa besar, terutama bagi mereka yang sering menarik kendaraan kredit dan mencapai target. Namun, profesi ini tidak mudah, penuh tekanan, dan memiliki risiko tinggi.







Tinggalkan Balasan